Tak Ditemui Wali Kota Risma, Pekerja Hiburan Malam Protes

Surabaya – Para perwakilan massa aksi unjuk rasa pekerja hiburan di Balai Kota Surabaya mempertanyakan sikap Wali Kota Risma. Pasalnya, wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan itu tidak terlihat hadir menerima mereka.

“Kemana Ibu Wali Kota? Kemana sosok yang harusnya menjadi orang tua kami di Surabaya? Kami ingin Beliau mendengar langsung keluhan kami,” ujar Nordin, korlap aksi dari unsur Pekerja Pemuda Pancasila.

Perwakilan yang diterima oleh Kepala BPB-Linmas, Kasatpol PP, dan Kadis Pariwasata Kota Surabaya ini turut mempertanyakan ketegasan jajaran pemerintah kota. Salah satunya, terkait para pesepeda.

“Pesepeda bergerombol kenapa dibolehkan? Kami sering melihat ada banyak itu. Kalau mereka boleh, kenapa kami atau RHU atau hiburan malam ini tidak boleh buka?,” kata Nordin.

Mereka juga meminta agar mereka bisa bekerja lagi. “Sudah hampir 5 bulan ini kami tidak bekerja. Banyak rekan-rekan kami yang harus dirumahkan,” tegasnya.

“Bagaimana keluarganya bisa makan? Mereka ini juga manusia. Yang siang bekerja boleh, kenapa kami yang malam tidak boleh?,” lanjut Nordin.

Sebelumnya, pantauan yang dilakukan di lapangan menunjukkan bahwa ratusan massa aksi meneriakkan tuntutannya tanpa menjaga jarak. Meski demikian, mereka masih memakai masker. Beberapa juga mengenakan face shield.

Ratusan massa aksi yang dikomandoi oleh ormas Pemuda Pancasila ini menuntut pencabutan Perwali no 33 tahun 2020. “Kami sudah 5 bulan ini tidak bekerja. Mau makan apa?,” teriak salah wanita orator aksi.

Di sisi lain, Kepala BPB-Linmas Surabaya Irvan Widyanto mengungkapkan alasan ketidakhadiran Wali Kota Risma. Menurutnya, orang nomor 1 di Surabaya itu sedang ada kegiatan lain.

“Seharusnya, tadi Ibu ingin bertemu langsung. Tapi, ada kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan. Saya pastikan, keluhan teman-teman ini akan kami sampaikan langsung,” pungkas Irvan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here