Pakar UNAIR Anggap Pernyataan Wali Kota Risma Berbahaya

Surabaya – Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair), Windhu Purnomo angkat bicara atas klaim Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang menyebut Kota Pahlawan sudah zona hijau Covid-19.

“Saya tahu (Risma mengklaim Surabaya zona hijau Covid-19) dasarnya memang dari Rt (rate of transmission) yang dikeluarkan dari Kemenkes tapi itu cuma sehari. Rt kalau belum 14 hari berturut-turut ya belum (termasuk zona hijau)” kata Windhu.

Windhu kemudian menjelaskan, agar suatu daerah bisa dikatakan zona hijau Covid-19 apabila angka penularannya di bawah angka 1 selama 14 hari berturut-turut. Sejauh ini tingkat penularan atau Rt Covid-19 di Kota Surabaya masih fluktuatif. Terkadang, angka tingkat penularan Covid-19 berada di atas angka 1 dan beberapa kali terjadi di bawah angka 1.

Windhu lalu mengumpamakan klaim Surabaya zona hijau Covid-19, seperti hijau semangka. “Hijau di Kota Surabaya adalah hijau semangka. Jadi hijaunya di kulit tapi sesungguhnya dalamnya merah. Itu nanti malah menyesatkan, masyarakat akan keluyuran dan justru berbahaya,” ujar Windhu.

Risma dinilai Windhu terlalu terburu-buru dalam menyebut Surabaya zona hijau. Meningkat masih tingginya angka tingkat kematian (fatality rate) akibat Covid-19 di Surabaya. Bahkan menurut Whindu, angka fatality rate akibat Covid-19 di Surabaya dua kali dari angka nasional.

“Surabaya masih tinggi, 8,9 persen, padahal nasional kurang 4,5 persen. Sedangkan WHO targetnya 2 persen. Jadi tingkat keamanan Surabaya masih jauh,” kata Windhu.

Dirinya mengingatkan, berbahaya ketika pernyataan dari orang nomor satu di Surabaya itu disalahpahami oleh masyarakat yang kemudian akan berperilaku seolah-olah tidak sedang dalam pandemi Covid-19.

“Banyak masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan padahal di Surabaya sama sekali belum aman,” ujar Pakar Epidemiologi Unair, Windhu Purnomo  terkait klaim Wali Kota Surabaya yang mengatakan Surabaya masuk zona hijau.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here