Pakar UNAIR Tak Setuju Sekolah Di Surabaya Kembali Buka

Surabaya – Pakar Epidemiolog dari Universitas Airlangga (Unair) Laura Navila Yamani mengaku tak sepakat dengan langkah Pemerintah Kota Surabaya yang mulai menyusun skenario pembelajaraan tatap muka di masa pandemi Covid-19.

“Saya kurang setuju (dengan skenario pembelajaran tatap muka di Surabaya),” kata Laura.

Menurut Laura adanya skenario itu sangatlah rentan menjadi klaster baru. Apalagi rate of transmission atau RT di Surabaya masih satu koma dan mendekati angka dua.

Dia pun mencontohkan kejadian yang di Hong Kong. Di sana sempat menerapkan pembelajaran tatap muka secara langsung, tapi kemudian ditutup kembali karena ditemukan adanya penyebaran virus corona.

“Melihat bagaimana protokol kesehatan diterapkan sudah sangat dilakukan, kemudian displin dan konsisten. Tapi kenyataannya, tetap ada penyebaran di sekolah sampai akhirnya mereka menutup kembali,” jelas Laura.

Oleh sebab itu, Lauran pun mengimbau pembelajaran di Indonesia lebih baik tidak secara langsung di tengah pandemi Covid-19. Meskipun sekolah tersebut berada di zona hijau sekalipun.

“Iya lebih aman (pembelajaran jarak jauh). Jangankan zona merah, zona hijau di indonesia tetap memberlakukan pembelajaran jarak jauh dulu,” tuturnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here