Pasien Rumah Sakit Darurat Jatim Tumpengan

Surabaya – Kesembuhan pasien COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Lapangan (RS DL) Indrapura Surabaya terus bertambah. Total pasien sembuh di RS Darurat Jatim mencapai 1.022 dari 1.090 pasien yang dirawat.

Hingga kini tinggal 68 orang yang masih menjalani perawatan di RS DL. Tingkat kesembuhan ini cukup tinggi, seluruh pasien yang dirawat berhasil sembuh 100% dan tidak ada kasus meninggal.

Sebagai wujud syukur atas kesembuhan pasien yang tembus di atas 1.000 orang, RS DL bersama Ikatan Alumni Indrapura, hingga para kumpulan pasien yang telah disembuhkan di RS DL membuat seremonial bagi proses wisuda ke 1.000. Seremonial ini dengan dilakukan tasyakuran dan tumpengan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pun menyampaikan ucapan terima kasih. Khofifah mengapresiasi seluruh kerja keras tim medis di RS DL Indrapura dalam menyembuhkan pasien COVID-19.

“Alhamdulillah, kabar baik bagi warga Jawa Timur. Hari Selasa kemarin jumlah kesembuhan di Rumah Sakit Darurat Lapangan tembus 1.022 orang. Ini bukti bahwa kita secara konsisten bekerja keras untuk mendeteksi kasus dan menyembuhkan pasien sebaik dan sebanyak mungkin,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (5/8/2020).

Khofifah juga mendoakan 68 pasien yang masih dirawat agar segera diberi kesembuhan. “Untuk pasien yang masih dalam perawatan, Insya Allah akan segera menyusul untuk sembuh,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Khofifah mengatakan kualitas layanan di RS DL Indrapura sudah bagus. Bahkan seringkali mendapatkan pujian dari para alumninya.

Seperti yang telah diceritakan alumni RS DL Indrapura, Mirra Soejoso melalui twitternya @mirrasoejoso. Cuitan Mirra ini pun sempat viral dan diretweet ratusan kali oleh netizen.

Mira menceritakan bagaimana ia bisa sembuh hanya dalam 3 hari saja saat perawatan di RS Darurat Jatim. Selama masa perawatan, Mira juga terus diajak membangun suasana yang positif dan menyenangkan.

Dicontohkan oleh Mirra, setiap pagi dokter dan perawat yang ramah selalu datang untuk cek suhu dan tensi rutin, sekaligus diukur tingkat kecemasannya. Setelanya seluruh pasien diajak untuk berjemur sembari senam bersama para nakes.

Untuk makanan dan minuman, menu yang diberikan selalu berprotein dan bergizi tinggi. Kemudian di RS DL juga terdapat coffee shop dengan layanan self service. Apabila masih kurang, pasien juga dimanjakan dengan diperbolehkan pesan makanan, minuman bahkan belanjaan online dan akan diambilkan oleh petugas RS DL Indrapura.

Tidak hanya itu, RS DL Indrapura juga menjamin kepuasan pasien pascaperawatan. Mirra menyampaikan apabila pasien ada kendala seperti dikucilkan masyarakat, diusir dari rumah, atau terancam dengan pekerjaan, pasien bisa menelepon Call Center RS DL Indrapura agar dibantu mediasi dan penjelasan ke pihak terkait.

“Upaya untuk meningkatkan kesembuhan pasien covid-19 di Jatim adalah upaya yang tak henti kami lakukan. Prinsipnya adalah jika evakuasi pasien dilakukan dengan cepat, pelayanan juga cepat, maka kesembuhan juga dicapai dengan cepat,” lanujut Khofifah

Saat ini, RS DL Indrapura di bawah koordinasi Pangkogabwilhan II Marsekal Madya Imran Baidirus telah menjadi posko utama dalam menjalankan one gate referral system. Kecepatan penanganan pasien COVID-19 yang dilakukan di RS DL Indrapura diharapkan dapat diterapkan di seluruh RS rujukan COVID-19 di Jatim.

“Alhamdulillah dalam menjalankan RS DL Indrapura kami juga mendapatkan banyak dukungan, misalnya dukungan nakes dari jajaran TNI, dan juga dukungan alkes dari banyak pihak, terutama dari gugus tugas pusat ini adalah bukti bahwa penanganan yang optimal membutuhkan strong partnership dari seluruh elemen dan seluruh lini, efektivitas penanganan yang diberikan RSDL ini juga sudah banyak diakui oleh pasien yang pernah dirawat disana,” papar Khofifah.

“Bahkan, beberapa pasien yang dirawat disana hasil swabnya sudah dinyatakan konversi negatif atau sembuh padahal baru dirawat kurang dari seminggu. Kuncinya tak lain adalah pemberian makanan yang bergizi tinggi, ruang perawatan yang nyaman, pemberian vitamin yang cukup, senam pagi rutin, monitoring yang ketat dari para nakes hingga pendampingan saat pulang untuk menghindari stigma warga sekitar,” imbuhnya.

Sementara data hingga, Selasa (4/8) malam, total angka kesembuhan COVID-19 di Jatim mencapai 15.877 atau 67,81 persen. Sedangkan pasien yang terkonfirmasi positif ada 23.412 orang.

Bahkan, dari total konfirmasi, kasus positif yang masih dirawat hanya tinggal seperempatnya saja atau 5.754 orang.

“Kami berharap capaian membahagiakan dari RS DL Indrapura ini dapat menular ke 127 rumah sakit rujukan COVID-19 di Jatim,” pungkas Khofifah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here