Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Pendeteksi Pasien Corona

Surabaya – Tidak semua orang yang terpapar COVID-19 mampu menerimanya dengan lapang, bahkan ada yang kabur tak ingin diisolasi. Agar tak terjadi, empat mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yakni Akbar Suwandana, Alvin Cahya Adi Perdana, Tahta Anugrah Wibowo, dan Gita Marcella Khoirun Nissa menciptakan alat monitoring bernama Ramones untuk mendeteksi pasien COVID-19 yang berkeliaran di masyarakat.

Ketua Tim, Akbar Suwandana menjelaskan, Ramones mampu mendeteksi orang dalam pengawasan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), orang tanpa gejala (OTG) dan pasien positif COVID-19. Rencananya, alat pendeteksi ini akan diletakkan di tempat umum seperti mal, sarana pendidikan, pintu keluar masuk desa.

Baca Juga  Jumlah Kematian Dokter-Tenaga Kesehatan Meningkat

“Karena di sini (tempat-tempat tersebut, red) merupakan tempat penularan yang paling sering terjadi,” kata Dana sapaan akrabnya, Rabu (5/8/2020).

Jika Ramones digunakan di mal, teknisnya pengunjung yang akan masuk berdiri dulu di titik pengukuran. Secara otomatis sensor akan bekerja, mulai dari mengukur ketinggian, mendeteksi wajah, hingga mengukur suhu tubuh pengunjung.

“Input dari semua sensor ini akan dimasukkan ke dalam database yg telah terhubung dengan database Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) COVID-19,” ujarnya.

Data yang masuk akan langsung dicocokan dengan database BNPB. Jika ditemukan kecocokan akan muncul notifikasi di monitor. Selain itu buzzer alarm pada portal juga akan menyala, otomatis tidak dapat terbuka dan pengunjung tidak bisa masuk.

Baca Juga  Pertama di Indonesia, UNESA Buat Kamus Signalog

“Hal ini akan berbeda ketika data yang diterima tidak cocok dengan database BNPB, portal secara otomatis akan langsung terbuka dan pengunjung bisa masuk,” jelasnya.

Adanya sistem sensor, Ramones sekaligus dapat mengurangi resiko petugas atau penjaga portal terpapar COVID-19. Dana berharap, alat ini dapat mengurangi kekhawatiran masyarakat yang hendak berkunjung ke tempat umum.

“Dengan kondisi new normal seperti sekarang, semoga alat ini bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here