PN Surabaya Lockdown

Surabaya – Pengadilan Negeri (PN) Surabaya kembali  lockdown. Pasalnya, 5 dari 9 pegawai yang reaktif dinyatakan positif COVID-19.

“Kemarin sekitar pukul 19.00 WIB telah diperoleh hasil bahwa terdapat 5 orang yang dinyatakan positif terjangkit COVID-19,” beber Humas PN Surabaya Martin Ginting dalam keterangan resminya.

Dengan hasil itu, lanjut Martin, total ada 7 pegawai yang berstatus positif COVID-19. Dua orang yang lebih dulu positif merupakan seorang hakim dan pegawai yang saat ini masih dalam perawatan.

“Sehingga terdapat 7 orang pegawai PN Surabaya yang positif COVID-19 termasuk satu orang hakim,” terang pria asal Medan itu.

Baca Juga  Jumlah Kematian Dokter-Tenaga Kesehatan Meningkat

“Saat ini 5 orang yang terpapar tersebut telah dirawat di Asrama Haji Sukolilo Surabaya yang ditangani oleh Gugus Tugas COVID-19, satu orang isolasi mandiri dan satu orang hakim dirawat di RS Jawa Barat,” lanjut Martin.

Adanya tambahan 5 pegawai baru yang terkonfirmasi positif tersebut, maka pihak PN akhirnya menerapkan lockdown kembali selama 2 pekan. Hal itu bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Setelah dilaporkan dan dikoordinasikan kepada Bapak Kepala PT (Pengadilan Tinggi) Jatim, akhirnya pimpinan PN Surabaya melakukan penundaan semua pelayanan atau lockdown,” tegasnya.

“Kecuali penanganan upaya hukum, persidangan perkara pidana yang akan habis masa tahanan, penerimaan surat yang dilayani di front office,” imbuh Martin.

Baca Juga  Jumlah Kematian Dokter-Tenaga Kesehatan Meningkat

“Penutupan akan berlangsung selama 2 minggu sejak 10 Agustus 2020 dengan harapan lingkungan PN Surabaya menjadi steril. Pada tanggal 24 Agustus nanti pelayanan akan normal kembali,” tambah Martin.

Sebelumnya diberitakan, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya melakukan rapid test massal usai pegawainya banyak yang mudik Idul Adha, Senin (3/8). Hasilnya 9 orang dinyatakan reaktif.

“Jadi hasil rapid test kemarin ada 9 orang yang reaktif,” kata Martin kepada wartawan, Selasa (4/8).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here