Pedagang Pasar Turi Minta Kejelasan Nasib

Surabaya – Para pedagang Pasar Turi angkat bicara setelah Bos PT Gala Bumi Perkasa Henry J Gunawan meninggal dunia, Sabtu (22/8). Para pedagang kompak ingin Pemkot Surabaya mengambil alih agar bisa berdagang lagi.

Ilham, salah satu pedagang tetap berharap dengan meninggalnya Henry, berbagai permasalahan hukum di Pasar Turi segera bisa diselesaikan. Dan pedagang bisa kembali berjualan setelah 13 tahun nasibnya terkatung-katung tidak jelas.

“Kalau berhubungan dengan Pasar Turi ya intinya semoga permasalahan Pasar Turi cepat terselesaikan aja. Kan memang kemarin masalahnya di Pak Henry yang berbelit-belit, ya macam-macam lah. Kami juga gak bisa ngomong kejelekan orang yang sudah meninggal,” ujar Ilham, Selasa (25/8/2020).

“Tapi kami berharap dengan meninggalnya Henry permasalahan Pasar Turi cepat terselesaikan,” lanjut Ilham.

Menurut Ilham, usai meninggalnya Henry, para pedagang kini tengah mengagendakan pertemuan antara kongsi pengelola pasar dan pemkot Surabaya dalam waktu dekat. Ia mengakui kabar meninggalnya Henry jelas membawa angin baru dan harapan bagi pedagang.

“Iya dalam jangka waktu dekat ini, kami akan berkomunikasi dengan pihak pemkot dan juga dengan investor lainya. Di mana untuk mencari solusi tercepat dan terbaik,” beber Ilham.

“Sebelumnya sudah ada rencana itu. Tapi dengan adanya kabar ini (meninggalnya Henry) kan mungkin arahnya juga berbeda pastinya,” imbuh Ilham.

Baca Juga  Stadion Baru Di Sekitar GBT Mulai Dibangun

Menurut Ilham, para pedagang sejak 13 tahun terakhir nasibnya tidak jelas. Meski begitu sebagian besar masih berdagang namun saat ini terpencar-pencar di berbagai pasar di Kota Pahlawan.

Tetapi ada juga pedagang yang memutuskan tidak berdagang sampai menunggu Pasar Turi benar-benar bisa ditempati. Dengan meninggalnya Henri, ia berharap Pasar Turi bisa ditempati lagi oleh para pedagang.

“Semua pedagang mayoritas masih berdagang cuma berpencar-pencar ada yang di PGS, Jembatan Merah ada yang masih menetap di penampungan,” terangnya.

“Tapi ada juga yang sudah tidak berjualan karena masih menunggu Pasar Turi bisa ditempati lagi. Saya masih berdagang di Pasar Turi tapi di tempat penampungan sementara yang depan itu,” tandasnya.

Senada, Habib Taifik pedagang Pasar Turi lainnya berharap pedagang bisa segera kembali berdagang. Untuk itu, usai meninggalnya Henry, ia mendesak agar Pemkot Surabaya segera mengambil alih pengelolaan pasar.

“Ya, satu-satunya harapan semoga Pasar Turi diambil alih oleh Pemkot Surabaya dan bisa berjualan lagi. Ya, selama ini kendalanya pemkot tidak mau mengambil alih. Padahal Henry kan sudah wanprestasi (ingkar janji). Cuma pemkot tidak mau ambil alih dan negara tidak mau hadir,” tegas Habib.

“Mestinya kan pemkot harus berani mengambil alih. Ya mudah-mudahan ke depan bisa diambil alih pemkot. Dan memanggil seluruh kongsi PT Gala Bumi Perkasa, dari pedagang dipanggil, perwakilan Pak Henry juga dipanggil setelah pemakaman,” lanjutnya.

Baca Juga  Di Surabaya, Ada Ruang Khusus Bagi Peserta SKB CPNS Reaktif

Ia kemudian menuturkan bagaimana para pedagang telah rugi secara materi dan waktu saat akan menempati Pasar Turi Baru itu. Karena telah tertipu oleh Henry yang saat itu menjabat Direktur PT Gala Bumi Perkasa selaku investor pembangunan pasar.

“Ya sebenarnya uang pajak, seharusnya jika negara peduli dengan uang pajak kurang lebih Rp 300 miliar pajak PPN 10 persen. Waktu beli toko itu kan kami kena 10 persen pajak. Kan mestinya disetorkan ke negara. Terus strata title ditarik, padahal itu tidak bisa setelah kami tahu. Karena Bu Risma bilang tidak bisa. Makanya waktu itu kami laporkan (Henry) dan sudah inkrah,” tandas Habib.

Sebelumnya diberitakan, Henry J Gunawan, terdakwa pemalsuan keterangan nikah meninggal dunia. Pria yang juga bos Pasar Turi itu meninggal di dalam Rutan Klas I Medaeng, Sidoarjo sekitar pukul 19.00 WIB Sabtu (22/8).

Jeffry Simatupang, pengacara Henry saat dikonfirmasi membenarkan kabar meninggalnya kliennya itu. Saat ini pihaknya telah berada di Rutan Medaeng.

“Iya benar. Ini sudah di Medaeng,” terang Jeffry saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (22/8/2020).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here