Pilwali Surabaya, Idealnya PDIP Usung Kader Internal

Surabaya – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengungkapkan kisi-kisi terkait calon kepala daerah yang akan diusungnya di Surabaya. Partai berlogo kepala banteng moncong putih itu mengatakan idealnya PDIP akan mengusung kader internal.

“Yang pasti perpaduan antara internal-eksternal atau eksternal-internal itu yang sudah kami lakukan dan keputusan sudah diambil tinggal menunggu momentum tepat untuk pengumuman hal tersebut,” kata Sekretaris Jendral PDIP Hasto Kristiyanto dalam konferensi virtual di Jakarta, Rabu (26/8).

Dia mengatakan, partai memberikan skala prioritas kepada kader internal sebagai bagian dari tujuan berpartai. Dia menjelaskan, tujuan berpartai untuk mendorong kader yang telah dididik, telah mengikuti proses kaderisasi, sudah melakukan penugasan yang diberikan dan teruji.

Dia melanjutkan, sosok tersebut selanjutnya akan dicalonkan pada tempat strategis. Mantan sekretaris tim pemenangan Presiden Joko Widodo ini mengatakan, pencalonan kepala daerah harus melewati berbagai proses.

Dia mengatakan, PDIP akan menyerahkan pilihan kepada publik mengingat pemilu merupakan pesta rakyat. Partai besutan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri ini mengaku telah mengadakan dialog dengan tokoh, turun ke rakyat hingga melakukan survei politik.

“Sehingga dari situ kami tahu apa yang menjadi impian rakyat tentang sosok pemimpin Kota Surabaya yang akan menggantikan Ibu Risma yang telah menjabat selama dua periode,” katanya.

PDIP hingga saat ini belum menentukan calon pengganti Wali Kota Tri Rismaharini yang telah memimpin Surabaya dua periode. Hasto mengatakan, pengumuman rekomendasi calon kepala daerah Surabaya akan dilakukan bersamaan dengan kabupaten dan kota Bali.

Sementara, salah satu calon kepala daerah yang bakal bersaing di Pilkada Surabaya adalah Machfud Arifin. Mantan Kapolda Jawa Timur itu telah mendapatkan dukungan dari Golkar, PKB, PPP, PKS, PAN, Gerindra, NasDem dan Demokrat.

Hasto mengatakan, PDIP telah bersama rakyat Surabaya dalam 20 tahun terakhir. Dia melanjutkan, bahkan lima tahun lalu PDIP juga dikepung berbagai kekuatan politik yang mencoba memisahkan kepemimpinan partai dengan rakyat.

“Toh rakyat memberikan dukungan kemenangan bagi PDIP baik pemilu kepala daerah maupun pemilu legislatif,” katanya.

Di sisi lain, Pakar Ilmu Politik Universitas Airlangga (UNAIR) Kacung Marijan menilai jika PDIP perlu melakukan langkah cerdas dalam memberikan rekom untuk Pilwali Surabaya.

“Karena yang harus dilihat adalah bagaimana mereka bisa tetap menang di Surabaya. Faktor konsolidasi internal harus menjadi perhatian pertama saat ini,” ujar Kacung, Rabu (26/8/2020).

Lebih lanjut, Guru Besar Ilmu Politik FISIP UNAIR ini menilai jika sosok Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana adalah pilihan paling tepat. “Tepat untuk mempermudah konsolidasi partai. Tahap awal pemenangan,” jelasnya.

“Karena sosok Pak Whisnu ini sudah lama menjadi bagian dari PDIP Perjuangan. Beliau pernah menjadi Ketua Partai di Surabaya juga kan. Putra Pak Tjip juga,” urai Kacung lebih lanjut.

Faktor trend popularitas dan elektabilitas, di sisi lain, juga menjadi perhatian khusus bagi Kacung Marijan. “PDIP perlu melihat trend yang ada,” tegasnya.

“Jangan memilih melihat yang trendnya saat ini bagus saja. Percuma bagus kalau nanti ke depan malah menurun. Mending dipilih yang sejak lama trendnya terus meningkat dan punya kecenderungan untuk terus naik,” pungkas Kacung Marijan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here