Eks Kapten Timnas Indonesia Buka Suara Terkait Penutupan Lapangan Karanggayam

Surabaya – Mantan Kapten Timnas Indonesia Ferril Raymond Hattu bersama pemilik 20 Klub anggota Persebaya yang bernaung di bawah Koperasi Surya Abadi kembali buka suara terkait permasalahan penutupan Wisma dan Lapangan Karanggayam di Kota Pahlawan

“Jadi kami ini ingin menegaskan jika Karanggayam ini bukan milik Pemkot Surabaya. Tapi, secara sepihak tiba-tiba mereka (Pemkot Surabaya) memiliki sertifikat. Makanya lalu mereka tutup sepihak. Waktu itu kan Pak Eri (Eri Cahyadi) yang nutup. Waktu masih Kepala Bappeko,” ujar Ferril.

“Di bawah kepemimpinan Bu Risma ini kan Beliau juga nggak pernah ikut-ikut juga soal Persebaya. Katanya Ibu e Bonek, tapi kan ya faktanya mana,” lanjut pria yang juga pernah menggawangi klub berjuluk Bajol Ijo itu.

Penutupan Lapangan Karanggayam, menurutnya secara langsung mematikan nasib klub-klub anggota Persebaya. “Sekarang begini, kalau Karanggayam ini ditutup, bagaimana klub-klub yang menjadi anggotanya latihan? Selesai kita,” cetus Ferril.

“Ini kan sama seperti klub Softball. Lapangan Hokky, bedanya mereka tidak menggugat. Kita menggugat dan menang kemarin itu,” pungkas pemilik Klub HBS ini.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Surabaya melalui Kepala Bagian Hukum Pemkot Surabaya Ira Tursilowati tetap bersikukuh jika pihaknya memiliki empat bukti sah atas kepemilikan tanah aset Karanggayam.

Pertama, kepemilikan Sertifikat Hak Pakai Nomor 5/Kelurahan Tambaksari seluas 49.400 meter persegi atas nama Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Surabaya tertanggal 28 Maret 1995.

Kedua, Surat Izin Kepala Dinas Pengawasan Bangunan Daerah Nomor 188/927-92/402.5.09/1998 tentang Izin Mendirikan Bangunan tanggal 14 April 1998.

Ketiga, Sistem Informasi Manajemen Barang Milik Daerah Pemkot Surabaya nomor register 12345678-0000-19844-1.

Keempat, Sistem Informasi Manajemen Barang Milik Daerah Pemkot Surabaya nomor register INV-2017-375.1-1.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here