Polda Jatim 1.9 Juta Pelanggar Protokol Kesehatan

Surabaya – Sebanyak 1,9 juta pelanggar protokol kesehatan terjaring Operasi Yustisi di Jawa Timur. Operasi ini digelar untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan dari data 14 September hingga 13 Oktober 2020 tercatat ada 146.867 operasi yang dilakukan. Hasilnya, ada 1.932.827 pelanggaran.

“Operasi Yustisi di Jatim sudah dilakukan 146.867 kegiatan dan dilakukan penindakan sebanyak 1.932.827,” kata Truno di Surabaya, Kamis (15/10/2020).

Truno memaparkan penindakan terbanyak yakni teguran. Ada 1.630.493 teguran yang diberikan pada masyarakat yang melanggar. Rinciannya, ada sebanyak 1.281.745 lisan dan 348.738 teguran tertulis.

Selain itu, Truno menyebut ada 258.569 masyarakat yang dihukum bekerja di fasilitas umum. Sedangkan yang mendapatkan denda administrasi sebanyak 43.438.

Ada pula 45.211 masyarakat yang harus disita KTP-nya. Lalu, ada 71 tempat usaha yang terpaksa ditutup sementara karena tidak menyediakan fasilitas dan menerapkan protokol kesehatan.

“Sedangkan nilai denda yang terkumpul selama ini sebesar Rp1.896.868.000,” ujar mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat.

Di kesempatan yang sama, Truno mengatakan pelanggaran terbanyak yakni masyarakat yang tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak atau berkerumun.

Kendati sudah tidak ada lagi zona merah di Jatim, Truno berpesan kepada masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan.

“Tetap kami pesan pada masyarakat untuk pakai masker, menjaga jarak, dan rajin cuci tangan. Kita tidak ingin terjadi penyebaran lagi dan harus mempertahankan ini agar semua bisa kembali berjalan normal,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here