WHO Sebut Herd Immunity Bisa Dicapai Secara Alami

Surabaya РHerd immunity atau kekebalan kelompok banyak disebutkan sebagai salah satu strategi dalam menghentikan wabah Covid-19. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut herd immunity bisa dicapai secara alami dan melalui vaksinasi massal. Tetapi, ada kerugian yang sangat besar jika herd immunity secara alami diterapkan dalam menghentikan wabah Covid-19.

Kepala Saintis WHO Soumya Swaminathan menjelaskan tentang herd immunity. “Mirip dengan membangun tembok pelindung untuk mencegah infeksi. Tembok yang berupa manusia ini bekerja dengan memutus rantai penularan, dengan memiliki imunitas atau kekebalan terhadap virus,” katanya dalam video singkat WHO yang dilansir di Kawal Covid-19.

Ia lantas mencontohkan, untuk menghentikan wabah campak, dibutuhkan 95 persen populasi di satu tempat, memiliki anti bodi terhadap virus penyebab campak. Maka, lima persen populasi tersisa, tak perlu memiliki anti bodi, lantaran 95 persen populasi cukup untuk melindungi dan menghentikan laju infeksi.

Menurutnya, herd immunity ini bisa dicapai secara alami. Caranya, dengan banyak orang terinfeksi virus secara alami, dan membangun antibodi sendiri.

Namun, ia tak menyarankan herd immunity secara alami diterapkan untuk menangani pandemi Covid-19. Sebab, virus SARS-CoV-2 menular sangat cepat dan dibutuhkan 60 hingga 70 persen populasi memiliki anti bodi untuk menghentikan laju penularan.

“Jika herd immunity didapat secara natural, maka akan banyak manusia meninggal, dan kerusakan besar. Satu persen saja populasi global terinfeksi, dan dipastikan akan meninggal, maka jumlahnya akan tetap sangat besar. Sehingga, kami percaya, bukanlah ide yang baik untuk mencapai herd immunity secara alami,” katanya.

WHO pun memilih mencapai herd immunity melalui vaksinasi massal. Cara ini dipandang sebagai strategi yang jauh lebih aman dan mampu menyelamatkan banyak nyawa. Sebab, herd immunity secara alami untuk menghentikan Covid-19, akan membutuhkan waktu yang panjang dan kerugian yang sangat besar.

Namun, sebelum vaksin dan obat Covid-19 ditemukan, laju infeksi tetap bisa ditahan, ditekan, dan dikontrol dengan menerapkan jaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, melakukan deteksi dan testing mencukupi, dan melakukan isolasi bagi kontak yang terinfeksi. “Ini akan banyak membantu kita menyelamatkan banyak nyawa, sebelum vaksin dan obat ditemukan,” imbuhnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here