Surabaya – Universitas Airlangga (Unair) mengembangkan reagen PCR (polymerase chain reaction) yang dapat mempercepat hasil reaksinya. Dengan adanya reagen ini, hasil dari tes swab dapat diselesaikan dengan waktu yang lebih cepat.

Prof. Maria Lucia Inge Lusida, Ketua ITD Unair dan tim peneliti reagen menjelaskan, ada satu langkah yang dihilangkan dan diganti supaya waktu pemeriksaanya lebih pendek.

“Reagen ini memotong step dan menggantinya. Biasanya ada tiga step dengan reagen ini hanya dua step karena step yang dipotong digantikan dengan step yang lainnya,” ujar Inge, Senin, 9 November 2020.

Baca Juga  Tunggakan Denda Pelanggar Prokes Selama PPKM Di Surabaya Hingga 154 Juta

Selain itu, Inge juga menjelaskan, reagen ini sudah dilakukan percobaan awal dengan hasil yang memuaskan. Dengan hasil tersebut pihaknya akan memperbanyak reagent tersebut.

“Kita sudah lakukan percobaan awal dan bagus hasilnya, jadi tinggal memperbanyak dan koordinasi dengan Kimia Farma. Metodenya juga sudah kita berikan ke Kimia Farma untuk bisa diproduksi,” tambahnya.

Sementara, Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih mengatakan, modifikasi reagent ini diperuntukan agar masyarakat dapat melakukan tes PCR dengan harga yang lebih terjangkau.

Baca Juga  Situasi Pandemi Disebut Untungkan Iklim Inovasi-Industri Kreatif

“Kita modifikasi sehingga menjadi lebih murah dan nanti harapannya sekitar Rp100 ribu untuk tes. Jadi masyarakat bisa menjangkau dan lebih banyak pemeriksaan,” kata Nasih.

Nasih menambahkan, dengan reagent ini hasil tes PCR akan selesai sekitar dua hingga tiga jam. “Karena ada tahapan yang dipotong tadi dan digantikan step lainnya maka dari itu waktunya lebih cepat,” tutupnya.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here