Surabaya – BMKG Klas I Juanda mengeluarkan peringatan dini terjadinya cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Jawa Timur. Cuaca ekstrem ini diperkirakan terjadi mulai Rabu (25/11) hingga sepekan ke depan, tepatnya pada Rabu (2/12).

Kepala Stasiun Meteorologi Klas I Juanda, I Wayan Mustika mengatakan bulan November ini rata-rata wilayah Jatim diprakirakan telah memasuki musim penghujan. Ada pertemuan massa udara atau konvergensi yang disertai perlambatan massa udara, menyebabkan pembentukan awan konvektif berupa awan cumulonimbus yang lebih intens.

“Hasil analisis BMKG menunjukkan kondisi atmosfer yang tidak stabil dan dapat meningkatkan potensi kejadian cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur,” kata Wayan di Surabaya, Kamis (26/11/2020).

Untuk itu, Wayan mengimbau masyarakat senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Karena cuaca ekstrem ini diikuti hujan berintensitas lebat yang disertai petir hingga angin kencang sesaat.

“Waspadai adanya curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang sesaat,” imbuhnya.

Wayan memaparkan cuaca ekstrem ini berpotensi terjadi di beberapa wilayah Jatim. Seperti Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Gresik, Jember, Jombang, Blitar, Kediri, Malang, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Kota Batu, Kota Blitar, Kota Kediri, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, Lamongan, Lumajang, Magetan, Madiun, Pacitan, Sidoarjo, Situbondo, Kota Surabaya, Trenggalek, Tuban dan Tulungagung.

Selain itu, Wayan juga mengingatkan potensi bencana alam dampak dari cuaca ekstrem. Seperti banjir, longsor hingga angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang.

“Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti potensi banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin,” pesannya.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here