Surabaya – Dua siswa kelas XII MIPA SMA AL-Hikmah Surabaya, yakni Bahira Aisyah Awahita dan Amanda Sofi Nabila Maharani berhasil meraih penghargaan Best Project in General Biology dalam International Online-Forum for Scientific Youth ‘Step into the Future’ pada November 2020 lalu.

Keduanya meraih penghargaan tersebut berkat penelitian mengenai alternatif teh herbal yang bisa membantu terapi kanker payudara.

Penelitian dengan judul ‘Lemon Peel Herbal Tea and Misletoe As Complementary Therapies Against Breast Cancer (anti cancer test on T-470 dan MCf-7 cell’ ini merupakan proyek yang dimulai sejak kakak kelas mereka setahun lalu.

“Ini sudah satu tahun lebih untuk proses penelitiannya, karena dulu proyeknya kakak kelas lalu kami teruskan,” ujar Amanda, salah satu perwakilan tim.

Amanda menjelaskan, teh herbal ini merupakan ekstrak dari benalu teh yang sudah tua digabungkan kulit lemon.

Untuk proses pembuatannya, lanjut Amanda, benalu teh dan kulit lemon dioven terlebih dahulu pada suhu 40 derajat celsius, lalu direndam dengan etanol selama 24 jam.

“Lalu prosesnya berlanjut pada rotary evaporator, setelah proses ini didapatkan ekstrak kental dari benalu teh dan kulit lemon. Ekstrak kental ini dimasukan dalam freeze dryer untuk mendapatkan serbuk tehnya. Nah, serbuk teh ini yang dimasukan dalam kantong teh,” jelas Amanda.

Proses selanjutnya ialah uji antioksidan dan uji awal anti kanker di laboratorium Unesa, ungkap Amanda. Dari uji antioksidan didapatkan hasil bahwa teh herbal ini memiliki sifat antioksidan yang kuat.

“Sedangkan untuk uji awal anti kanker hasilnya positif bisa menghambat sel kanker,” ungkap Amanda.

Tak berhenti disana, teh herbal ini juga diujikan pada sel kanker payudara sebenarnya, yakni sel MCF-7 dan T47D.

Dari uji sel kanker sebenarnya ini didapatkan hasil yang sama dengan sebelumnya bahwa teh herbal tersebut bisa menghambat pertumbuhan sel kanker.

“Kesimpulannya dari sel kanker mau bereaksi dengan benalu dan bisa menurunkan sel kanker. Tapi belum bisa dijadikan obat karena peneliatiannya masih pada tahap bisa menghambat pertumbuhan sel kanker,” jelas Amanda.

Tambahnya, teh herbal ini tidak bisa berdiri sendiri sebagai obat sebab untuk sampai ke sana dibutuhkan penelitian yang cukup panjang.

“Kami menyebutnya terapi herbal sebagai pelengkap untuk pengobatan pasien kanker,” imbuhnya.

Workshop yang digelar secara online ini meninggalkan cerita menarik untuk keduanya, Amanda menceritakan, sebelum memulai presentasi onlinenya, tiba-tiba koneksi internetnya terputus sehingga waktu presentasinya harus mundur.

“Waktu itu sempat deg-degan dan grogi juga karena ada gangguan internet dan waktunya harus mundur. Tapi setelahnya lancar,” cerita Amanda.

Guru pendamping penelitian ini, Nur Chamimmah mengungkapkan, awalnya ia tak menyangka hasil penelitian para muridnya akan mendapatkan penghargaan di ajang internasional.

“Awalnya ikut ini karena anak-anak ingin mendapatkan pengalaman. Tapi ternyata mereka dapat penghargaan katagori terbaik. Alhamdulilah,” tandas guru Kimia SMA AL-Hikmah ini.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here