Washington DC – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa pihaknya menangkap seorang pejabat distrik dari New Mexico terkait kerusuhan di Gedung Capitol AS. Sang pejabat distrik ini diduga ikut menyerbu Gedung Capitol AS bersama para pendukung Presiden Donald Trump pada 6 Januari lalu.

Seperti dilansir Reuters, Senin (18/1/2021), sang pejabat distrik itu juga bersumpah akan pergi ke Washington DC sambil membawa senjata api untuk memprotes pelantikan Presiden terpilih AS, Joe Biden, pada Rabu (20/1) mendatang.

Dokumen Departemen Kehakiman AS menyebut Cuoy Griffin yang seorang pejabat komisioner distrik di New Mexico itu, ditangkap di Washington atas dakwaan terlibat serangan ke Gedung Capitol AS pada 6 Januari lalu. Dia juga disebut sebagai pendiri sebuah kelompok bernama ‘Cowboys for Trump’.

Menurut dokumen yang dipublikasikan pada situs Departemen Kehakiman AS itu, Griffin merupakan salah satu dari ribuan orang yang menyerbu Gedung Capitol AS dalam upaya menghalangi Kongres AS mengesahkan kemenangan Biden dalam pilpres AS 2020.

Disebutkan bahwa Griffin berdiri di bagian tangga Gedung Capitol AS — yang masuk area terlarang, namun tidak ikut masuk ke dalam.

<span;>Usai rusuh Gedung Capitol AS, Griffin mengungkapkan dirinya berencana kembali menjelang pelantikan Biden, pekan ini. “Jika kita melakukannya, maka itu akan menjadi hari yang menyedihkan, karena akan ada darah yang mengalir dari gedung itu,” ucapnya dalam video yang diposting ke Facebok, menurut dokumen Biro Investigasi Federal (FBI).

Kembali ke New Mexico, Griffin menyatakan dalam sebuah pertemuan di Dewan Otero County pada Kamis (14/1) lalu bahwa dirinya berencana untuk berkendara ke Washington DC dengan membawa senapan dan sepucuk revolver. Griffin dijerat dakwaan masuk tanpa izin oleh Departemen Kehakiman AS.

Otoritas federal AS telah menjeratkan dakwaan pidana terhadap lebih dari 100 orang sejauh ini terkait rusuh Gedung Capitol. Para penyidik memeriksa lebih dari 140 ribu video dan foto terkait rusuh tersebut.

Otoritas AS menangkap 10 orang lagi pada Sabtu (16/1) dan Minggu (17/1) waktu setempat. Di antaranya seorang pria bernama Chad Barrett Jones dari Kentucky, yang menurut otoritas setempat, merupakan pria yang terekam video sedang memecahkan panel kaca di ruang DPR AS dengan tongkat kayu. Dia dijerat beberapa dakwaan, termasuk menyerang polisi federal.

Dua orang lainnya merupakan sepasang sepupu bernama Daniel Adams dari Texas dan Cody Connell dari Lousiana, yang sama-sama akan menghadapi dakwaan penyerang polisi federal saat menerobos masuk ke Gedung Capitol AS. Menurut dokumen FBI, Connell juga memposting video ke media sosial dan memberitahu orang lain bahwa dia berencana kembali ke Washington DC dengan membawa senjata api dan body armor.

Otoritas penegak hukum tengah bersiap menghadapi kekerasan lebih lanjut. Belasan negara bagian AS mengaktifkan Garda Nasional mereka, dalam langkah mematuhi peringatan FBI soal unjuk rasa bersenjata oleh ekstremis sayap kanan.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here