Surabaya – Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), memaksa sekolah yang ada di 15 kabupaten dan kota harus kembali melaksanakan sekolah secara daring di Jatim.

Padahal, sebelumnya, sebagaimana imbauan Menteri Pendidikan, Kepala Daerah bisa mengizinkan sekolah tatap muka, dengan protokol kesehatan ketat pada tahun 2021. Namun, rencana tersebut sementara ditunda.

Salah satu contohnya di Kota Surabaya. Plt Walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengatakan sedianya Dinas Pendidikan Kota Surabaya siap jika menerapkan sekolah tatap muka, namun kembali daring, seiring penerapan PPKM.

Kini pihaknya akan mengumpulkan berbagai keluhan dan juga permasalahan yang terjadi ketika sekolah daring diterapkan. Nantinya akan diselesaikan bersama dengan pemkot, sekolah dan juga orang tua.

Baca Juga  Dinkes: Belum Ada Laporan Mutasi SARSCoV-2 di Surabaya

“Ya ini lagi kita deteksi, tadi beberapa sekolah yang dalam binaan kita yang negeri itu kan juga bisa memecahkan bareng-bareng,” ungkapnya, Selasa (19/1/2021).

Sebelumnya, yang menjadi persoalan pada sekolah daring, adalah gadget atau perangkat, kuota, dan beberapa wilayah sulit dijangkau sinyal. Khusus Kota Surabaya, Whisnu mengaku, telah mendapat bantuan kuota.

“Artinya terkait kuota dari Kementerian juga sudah ada bantuan 218.000 siswa untuk SD, ada 105.000 siswa untuk SMP yang dapat bantuan kuota,” tuturnya.

Whisnu juga mengaku, dalam kurun waktu dua bulan terakhir ini, tidak mendengar keluhan terkait kuota. Tetapi juga ia tidak menutup mata bahwa ada juga kejadian, bagi mitra warga yang tidak punya alat perangkatnya, seperti handphone atau laptop dan komputer.

Baca Juga  Wali Kota Surabaya Siap Perpanjang PPKM Mikro

“Nggak punya, dikirimi kuota, mau dipasang di mana kuotanya, hanphonenya nggak ada,” tegasnya.

Kasus semacam ini, kata Whisnu, akan diselesaikan oleh Pemerintah Kota dengan Komite Sekolah. Bantuan apa yang bisa diberikan bagi siswa yang tidak memiliki perangkat belajar daring tersebut.

“Bisa kita pinjam kan tablet kalau ada. Sekolah sekolah negeri kan kita punya aset, itu bisa dipinjamkan,” tuturnya.

Lalu, bagaimana dengan siawa sekolah swasta? “Atau juga mungkin dari komite komite di sekolah swasta, kita deteksi nanti gimana. Intinya mungkin kita bisa bantu urunan untuk membelikan aset sekolah seperti itu, bisa dipinjam,” tandasnya.

2 Comments

  1. Memang benar dapat kuota, tapi kenyataannya kuotanya gak bisa dipakai. kuota yang diberikan hanya untuk aplikasi (pendidikan) terntentu. kadang dari yang dilakukan sekolah SDN Rungkut Kidul 2 Surabaya sehari-hari daringnya menggunakan Google Meet yang pada kenyataannya menyedot pulsa yang ada (kuota bantuan tsb diatas tdk mensupport aplikasi Google Meet).
    dan hal ini udah berlangsung dari awal mulainya bantuan. Artinya bantuan kuota tsb gak ada gunanya. selama ini murni mengiras keuangan pribadi utk memenuhi kuota tsb.
    mohon pihak terkait bisa mengecel/crossceck kenyataan-kenyataan seperti ini.
    mohon maaf dan terima kasih.

  2. Kuota saja sudah gk diperpanjang lagi yg susah lagi-lagi orang tua bukan cuman mumet masalah ekonomi masalah sekolah anak tambah mumet maneh

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here