Surabaya – Semenjak pandemi Covid-19 memasuki Indonesia, banyak kaula muda yang akhirnya mencari alternatif untuk menambah pemasukan disamping pekerjaan utama. Salah satu yang mulai dilirik oleh milenial, khususnya di Kota Pahlawan saat ini adalah investasi saham. Hingga bulan Januari lalu, beberapa saham nasional dan internasional sedang mengalami penurunan harga yang drastis dan rata-rata terjadi pada saham blue chip.

Dalam hal ini, reporter infosurabaya.id mewawancarai tiga pemegang saham yang mereka baru berusia kurang dari 25 tahun. Rizky Adikara (23) salah satunya, salah satu pemegang saham perusahaan otomotif internasional yang baru menginvestasikan dana tabungannya pada April 2020 lalu. Ia bercerita, awal mula ia membeli saham tersebut lantaran pada saat itu Indonesia sudah terindikasi banyak zona merah.

“Lah di Jawa Timur kan waktu itu Surabaya dan beberapa kota lainnya bulan Maret udah zona merah, dan ekonomi kota waktu itu lagi jatuh-jatuhnya. Kemungkinan waktu itu yang ada di kepala saya adalah kalau saya enggak di PHK, pasti ada pengurangan gaji. Saya langsung mencari opsi apa yang bisa saya ambil waktu kemungkinan terburuk datang,” ungkap Rizky saat dihubungi reporter infosurabaya.id, Sabtu (20/2/2021).

Beruntung bagi Rizky, ia sempat mempelajari beberapa materi tentang investasi saham saat dirinya masih berkuliah dulu. Setelah belajar kembali soal saham dan meningkatkan pengetahuannya, pada bulan April pertengahan Rizky memberanikan diri untuk memilih salah satu saham internasional dengan dana tabungan Rp 10 juta.

“Saya beli waktu April itu ternyata pas lagi murah-murahnya. Kemudian saya beli, dan saya pantau terus perkembangan setiap hari dan puji syukur sekarang sahamnya naik sebesar 50 persen,” ujarnya.

Sementara itu, seorang pelaku bisnis kreatif kuliner di Surabaya bernama Irvina Giofani (20) juga menyatakan ketertarikannya akan dunia investasi saham, disamping enterpreuner yang semenjak SMA ia tekuni. Namun, ia mengaku masih ragu untuk berinvestasi saham lantaran salah seorang anggota keluarganya pernah mengalami kerugian karena tertipu oleh seseorang yang mengaku sebagai pialang saham.

“Kalau semisal ditanya tertarik sih pasti. Cuman dengan kejadian keluargaku ini aku sadar musti lebih berhati-hati dan banyak belajar. Karena dalam saham, kita ngga bisa mempercayakan uang kita 100 persen pada seseorang begitu saja. Kita harus punya bekal dulu sebelum terjun karena pasar saham dan bisnis yang saya jalankan itu dua hal yang berbeda,” kata gadis yang biasa dipanggil Fani ini.

Meski begitu, ia berterus terang bahwa setidaknya saat seseorang memutuskan berinvestasi, maka orang tersebut harus mengetahui seluk beluk soal kelebihan dan kekurangannya.

“Investasi saham itu selain untung yang banyak atau sedikit, ruginya juga harus diperhitungkan. Jangan mau untung aja, terus giliran duitnya angus gara-gara nggak bisa analisis terus nangis deh,” papar Fani.

Terakhir, infosurabaya.id menemui pemuda yang bekerja sebagai pegawai administrasi di salah satu e-commerce cabang Jawa Timur, bernama Theo Matulei. Pemuda berusia 22 tahum yang akrab disapa Teo ini mengaku masih mengumpulkan modal untuk berinvestasi di salah satu perusahaan rokok nasional.

“Kalau saya pikir-pikir lagi, sebenarnya mau sampai kapan kita bekerja untuk uang. Nah mindset orang-orang sebenarnya harus ada yang dibenahi, kerja enak,” tutur Teo dengan logat timurnya yang kental.

Pemuda keturunan Papua Timur ini mengatakan, mindset ‘kerja enak’ yang dimaksud adalah para pekerja seperti pekerja kantoran swasta, ASN, pekerja pabrik dan sebagainya yang mereka sudah terlalu nyaman dengan gaji dengan pemikiran hanya menabung.

“Jadi begini logikanya. Kita tidak ada yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya dalam kehidupan sehari-hari. Kalau semisal terjadi sesuatu oke bisa tercover dengan tabungan, tapi kalau tabungannya masih ada gapapa, kalo abis, terus gimana. Harusnya juga ada pertimbangan untuk mencari alternatif lain, apalagi dimasa pandemi seperti ini,” pungkas Teo.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here