Surabaya – Polda Jawa Timur saat ini telah memasuki tahap pengusutan kasus terorisme di wilayah Jawa Timur. Pengusutan dugaan terorisme ini sebagai bentuk pengembangan dari penggrebekan terduga teroris yang terjadi di Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Surabaya pada hari Jumat lalu.

Kabag Humas Polda Jatim Gatot Repli Handoko membenarkan kabar tersebut, dan menyebut bahwa Polda Jatim menerima informasi bahwa terdapat aktivitas terorisme di Jawa Timur.

“Informasi yang kami dapat, bukan hanya di Surabaya, tapi juga di beberapa kota seperti Malang dan Bojonegoro,” ungkap Gatot saat dikonfirmasi, Rabu (3/3/2021).

Gatot mengungkapkan, kini pihaknya sedang memproses beberapa terduga teroris. Mereka diamankan dari ketiga tempat tersebut. Untuk di Surabaya telah diamankan 2 orang terduga teroris, Malang juga 2 orang, dan di Bojonegoro telah mengamankan sebanyak 4 orang terduga teroris.

Delapan orang itu, lanjut Gatot, Masih dalam pengembangan Densus 88 Mapolri. Dari 12 tersangka yang beberapa hari lalu juga ditangkap, dan sekarang ditambah 8 menjadi total 20 orang. Menanggapi hal tersebut, Gatot menegaskan bahwa Polda Jatim akan terus berupaya membantu Densus dalam mengusut kasus terorisme.

Baca Juga  Polisi-Ditjen Pajak Siap Kejar Wajib Pajak Nakal

“Informasi dari teman-teman Densus ini pengembangan dari yang sebelumnya. Jadi masih ada hubunganya dengan yang kemarin diamankan dengan yang sekarang diamankan,” ujarnya.

Selain itu, penggeledahan juga dilakukan oleh Tim Densus 88 Mabes Polri di Jalan Tambak Asri Dahlia, Kecamatan Krembangan, Surabaya. Penggeledahan rumah terduga teroris itu dilakukan pada Senin (1/3/2021) pukul 15.00 WIB. Namun, Gatot mengaku belum mendapatkan berkas laporanya.

“Betul (ada penggeledahan) tapi saya belum ada informasi lanjut dari tim,” kata Gatot.

Ia menjelaskan bahwa penggeledahan tersebut juga merupakan pengembangan dari penggrebekan terduga teroris di Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Surabaya.

“Ini masih pengembangan, nanti kalau sudah lengkap semuanya saya kasih tahu lagi. Yang sebelumnya kan sudah dirilis oleh Karo Penmas,” paparnya.

Sementara itu, pengakuan Ketua RW setempat, Zainul Abidin, penggledahan terjadi pukul 16.30 WIB. Penggeledahan turut disaksikan oleh beberapa pejabat kampung, termasuk dirinya.

Baca Juga  Polisi-Ditjen Pajak Siap Kejar Wajib Pajak Nakal

“Penggeledahan ini kurang lebih jam 16.30 WIB, ada satu kompi dari tim densus 88, mendatangi rumah yang diduga dari angota separtisme. Disaksikan Ketua RW, Ketua RT 31 Ibu RT,” tutur Zainul.

Penggeledahan tersebut hanya berlangsung selama 15 menit. Ia mengungkapkan bahwa Densus 88 hanya bermaksud mencari barang bukti yang masih ditinggalkan terduga pelaku teroris di rumahnya.

“‘Ditemukan ada beberapa barang bukti berupa senapan angin, ada senjata tajam itu dua, terus empat tas dan dompet berisi uang jutaan rupiah, terus buku, dan hp milik tersangka, dan barang bukti sudah dibwa Densus 88,” urainya.

Kendati demikian, Zainul menceritakan bahwa terduga pelaku tersebut sudah tinggal di lokasi tersebut sejak tahun 2002. Pelaku merupakan penjual baju, sementara istrinya berprofesi guru.

“Itu kurang lebih sekitar tahun 2002, itu rumahnya sendiri. Istrinya itu setiap harinya bekerja menjadi seorang guru, sedangkan Pak N adalah penjual,” pungkas Zainul.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here