Surabaya – Cabai rawit kembali mengalami kenaikan harga di Surabaya. Dari pantauan reporter infosurabaya.id di lapangan, kenaikan ini sendiri sudah terjadi selama sepekan, dan menyentuh angka Rp 140 ribu per kilogramnya. Kenaikan ini dikarenakan curah hujan yang terus mengguyur.

“Kita kan ambil dari Lumajang, nah karena seminggu itu cuaca di sana, ya kita akhirnya ambil dikit-dikit,” kata Haris, salah seorang pedagang di Pasar Genteng saat diwawancara, Jumat (5/3/2021).

Haris mengungkapkan, lantaran naiknya harga cabai ini pembeli pun juga ikut menurun dan memilih untuk membeli cabai merah. Harga cabai merah sendiri masih stabil dan berkisar pada harga Rp 45 hingga 50 ribu.

“Ini kenaikannya kan udah dari seminggu kemarin. Kita juga mau gamau bertahan dengan harga sekian,” ujarnya.

Sementara itu di pasar Pakis, beberapa pedagang bahkan ada yang sampai menunda pemesanan cabai lantaran harganya yang melambung. Andri, salah satu pedagang di pasar Pakis mengatakan ia telah menyetop kiriman cabai rawit dan menunggu kembalinya ketersediaan bahan.

“Pokoknya dari minggu kemarin saya udah berhenti dulu sementara untuk cabai rawit. Nunggu normal lagi aja, paling lambat April lah,” ungkap Andri.

Kendati demikian, di pasar Pakis sendiri harga cabai di beberapa kios ada yang hanya naik sebesar Rp 135 ribu per kilonya. Namun, memang cuaca hujan yang terus menerus mengguyur wilayah Jatim menyebabkan kelangkaan.

“Beda tengkulak kan beda harga juga. Ada yang kulak dari Lamongan, Tuban, Kediri itu kan mereka punya harga sendiri-sendiri,” pungkas Andri.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here