Surabaya – Beredar data yang bersumber dari PPKM Mikro Desa Kemendesa PDTT yang menyatakan bahwa wilayah desa seluruh Indonesia mengalami peningkatan angka positif covid-19. Menanggapi hal ini, Pakar Epidemiologi UNAIR, Windhu Purnomo menyatakan bahwa sebenarnya PPKM Mikro Desa ini tidak efektif.

“Kalau melihat data itu berarti kan memang PPKM Mikro itu tidak efektif. Masyarakat Indonesia seharusnya tidak boleh untuk bepergian kalau tidak melakukan kegiatan yang esensial,” ungkap Windhu saat dikonfirmasi via ponsel, Rabu (7/4/2021).

Namun berdasarkan data tersebut, Windhu masih belum bisa memastikan bahwa angka 84.441 tersebut merupakan data penduduk desa atau jumlah desa. Ia hanya bisa memberikan penjelasan bahwa selama ini angka positivity rate di Indonesia termasuk tinggi.

Baca Juga  Pemkot Surabaya Persiapkan Sekolah Tatap Muka, Mulai Digelar Bulan Juli

“Kalau standarnya kan low rate, itu dibawah 1 persen. Moderate rate itu 1 sampai 2 persen. Kalau udah diatas 3 itu udah high rate, dan Indonesia ini angkanya 15 persen,” ujarnya.

Ia juga mengkritisi kebijakan pemerintah yang membuka tempat wisata menjelang Ramadhan ini, lantaran ditutupnya akses keluar kota. Menurutnya, justru tempat wisata ini akan menghadirkan kerumunan dan berpotensi menyebabkan kluster baru.

“Kecuali, kalau ticketingnya online dan di lokasi ada pengetatan jarak, pemakaian masker dan fasilitas cuci tangan itu bisa. Tapi sekarang kan ya namanya tempat wisata itu sulit dikendalikan orang-orangnya,” kata Windhu.

Baca Juga  Tips Anti Lapar-Dehidrasi Saat Puasa

Kendati demikian, ia berharap supaya mempertimbangkan kembali kebijakan untuk tidak terburu-buru membuka tempat wisata. Hal ini demi mencegah terciptanya kluster baru karena sejatinya Indonesia ini masih darurat pandemi.

“Orang-orang sekarang menganggap covid itu malah gaada. Mereka beranggapan bahwa vaksinasi itu sudah cukup, padahal kan vaksinasi itu masih butuh waktu untuk proses dalam tubuh,” pungkas Windhu.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here