Surabaya – Gempa yang terjadi dan berpusat di Malang Jawa Timur terdeteksi mencapai 6,7 Magnitudo. Menanggapi hal tersebut, Pakar Bencana ITS Surabaya Dr Ir Amien Widodo menyatakan gempa dengan ukuran tersebut sebenarnya sudah tergolong lumayan besar untuk negara seperti Indonesia.

“Karena seperti yang terjadi di Palu, Sulawesi tengah pasa Januari kemarin itukan skalanya sudah 6,2 M dan orang-orang juga merasakan, apalagi barang-barang juga banyak yang mengalami kerusakan,” ungkap Amien saat dikonfirmasi via ponsel, Sabtu (10/4/2021).

Saat ditanya mengenai gempa susulan, ia menyatakan sangat kecil kemungkinannya. Kalaupun terjadi, guncangan yang terasa tidak sebesar siang tadi dan hanya terjadi di wilayah selatan Malang dan sekitarnya.

“Skalanya tidak akan besar seperti awal kalau berbicara soal gempa susulan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, dari data yang ia dapatkan tentang hasil survei para penyintas atau korban yang selamat saat gempa Kobe 1995 yakni

◉ 34,9% korban selamat karena upaya penyelamatan diri mandiri
◉ 31,9% selamat dengan bantuan anggota keluarga
◉ 28,1% selamat karena pertolongan teman/tetangga
◉ 2,6% selamat ditolong oleh orang yang pada saat kejadian berada dekat dengan korban
◉ 1,7% dibantu oleh tim penyelamat

“Upaya penyelamatan diri dan keluarga mencapai 67% ini berarti pengetahuan tentang ancaman yg ada di sekitar harus dipahami oleh seluruh anggota keluarga, baik yang manula, balita dan yang difabel,” pungkas Amien.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here