Surabaya – Surabaya Survey Center (SSC) menggelar survey elektabilitas untuk mengetahui potensi dari nama-nama capres yang sudah beredar di tengah masyarakat. Menariknya, riset yang digelar menggunakan responden dari kalangan millennials. Bagaimana hasilnya?

“Kalau untuk elektabilitas, Risma memuncaki dengan 15 persen. Baru disusul oleh Prabowo dan Ganjar yang masing-masing mengantongi 10.8 persen dan 9.9 persen,” kata Direktur Riset SSC Edy Marzuki.

“Lalu, AHY berada di atas Anies Baswedan hingga Ahok atau Basuki Thahaya Purnama dan Khofifah. AHY meraih 4.2 persen, kemudian nama-nama lain di atas masing-masing meraih 3.6 hingga 2.9 dan 2.7 persen. Ada juga nama-nama lain seperti Susi Pudjiastuti, Sandiaga Uno, dan Mahfud MD serta Ridwan Kami tapi capaiannya tidak sampai 2.5 persen,” ujar Edy.

Meski demikian, pria yang juga dosen di Universitas Yudharta Pasuruan ini mengungkapkan jika ceruk di kalangan millennials untuk bursa capres masih begitu terbuka. “Di survey top of mind, 67.6 persen responden memilih tidak tahu atau tidak menjawab. Untuk survey elektabilitas, 41.4 persen memilih tidak tahu dan tidak menjawab. Ini ceruk yang sangat potensial mengingat Pilpres masih di tahun 2024,” pungkas Edy.

Sebagai informasi, hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 5-25 Maret 2021 di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. 1070 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 3 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dari kalangan millennials dalam setiap KK dilakukan dengan bantuan kish grid.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here