Surabaya – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengizinkan para santri yang ingin pulang kampung ke rumah masing-masing di Lebaran tahun ini. Khofifah mengklaim, para pengasuh pesantren tidak perlu khawatir akan kepulangan santrinya. Pasalnya, mereka telah mendapatkan dispensasi khusus, agar bisa tetap pulang.

“Jangan ada pengasuh pesantren yang kemudian khawatir atau wali santri yang khawatir (santri tidak bisa pulang),” ungkap Khofifah pada media, Jumat (23/4/2021).

Khofifah mengungkapkan, meski begitu para santri yang ingin pulang ke kampung halaman membutuhkan surat pengantar. Hal ini, supaya nantinya bisa ditunjukan kepada petugas yang berjaga di penyekatan.

“Kan ada kepulangan santri, kalau santri ini pulan dan jalan sudah disekat mereka butuh surat pengantar, makanya semuanya harus dikondisikan,” ujarnya.

Padahal sebelumnya, Khofifah dengan tegas melarang warganya untuk mudik Lebaran 2021. Bahkan, dia mengancam bakal mengkarantina dan membebankan biayanya kepada pelanggar. Ia mengklaim, dalam Inmendagri Nomor 9 Tahun 2021, karantina menjadi sanksi bagi mereka yang nekat melakukan perjalanan lintas provinsi/kabupaten/kota tanpa dokumen administrasi perjalanan.

Selain itu, kepala desa/lurah diinstruksikan menyiapkan tempat karantina mandiri selama 5 x 24 jam dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan biaya karantina dibebankan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan tersebut.

“Ada klausul di Inmendagri, kalau ada yang nekat mudik, maka mereka akan dikarantina 5 x24 jam dan biaya karantina, atas mereka yang mudik itu,” kata Khofifah.

Guna melakukan pengawasan, lanjutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, bekerja sama dengan Polda Jatim bakal melakukan penyekatan di tujuh titik perbatasan antar daerah.

“Untuk antisipasi masyarakat melakukan mudik, Polda Jatim telah melakukan penyekatan di tujuh titik perbatasan,” pungkas Khofifah.

1 Comment

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here