Surabaya – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyatakan sebenarnya untuk mudik skala lokal di Surabaya sendiri tidak menjadi masalah. Namun, protokol kesehatan yang ditetapkan haruslah benar-benar ketat. Ia mengharapkan, untuk mudik lokal hanya keluarga saja yang berkumpul, jangan sampai tetangga juga ikut berdatangan ke rumah-rumah.

“Sebenarnya kalau di Surabaya sudah dipertahankan prokesnya. Cuman takutnya kan selain keluarga nanti tetangganya ikut kumpul juga, kan nanti akan berkerumun,” ungkap Eri saat dikonfirmasi, Kamis (29/4/2021).

Eri mengungkapkan, ia akan menginstruksikan kepada Satgas Covid-19 Surabaya untuk tetap memantau warganya, terutama di kampung tangguh. Selain itu, Pemkot Surabaya juga akan terus memberikan sosialisasi supaya warga Surabaya tidak melakukan mudik keluar kota.

“Soalnya semenjak ada larangan mudik dari pusat, tingkat mudik masih ada 11 persen di Surabaya. Tapi waktu kita sosialisasi lagi, angka itu turun jadi 7 persen,” ujarnya.

Kendati demikian, Eri juga mengklaim bahwa Presiden RI Joko Widodo dapat meningkatkan ekonomi di masing-masing kota dengan cara membelanjakan APBD dengan cepat.

“Jadi tidak ada penyimpanan uang karena APBD akan diperbelanjakan dengan lebih cepat,” pungkas Eri.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here