Surabaya – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memberikan dua buah jempol kepada Pemerintah Kota Surabaya, karena berhasil membangun Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Hal ini disampaikan saat acara peresmian PSEL di Benowo, Surabaya sore ini.

“Saya berikan dua jempol untuk Pemkot Surabaya. Ini kalau di kota-kota lain kebanyakan maju mundur. Nanti kota lain menyusul, saya suruh contoh saja Surabaya,” ungkap Presiden RI Joko Widodo, Kamis (6/5/2021).

Jokowi mengungkapkan, pembangunan PSEL telah diinginkannya sejak menjadi Wali Kota Solo. Akan tetapi, di masa itu terkendala tidak adanya payung hukum yang memadai. Saat menjadi presiden, Jokowi kemudian mengeluarkan Perpres Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

“Keluar Perpres 16/2018 mengenai investasi, keluar lagi Perpres 35/2018 mengenai tarif listrik untuk memastikan Pemda itu berani mengeksekusi. Tapi, masih saja banyak Pemda yang belum berani mengeksekusi PSEL,” kata Jokowi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Pemerintah Kota Surabaya Anna Fajriatin menjelaskan, pembangunan PSEL Benowo yang dilakukan Pemkot ini, sebenarnya sudah dimulai sejak 2012 dengan menggandeng PT Sumber Organik (SO). Dimana saat itu proses mengolah sampah menjadi listrik masih menggunakan metode landfill gas power plant.

Kemudian pada tahun 2015, Pemkot yang bekerja sama dengan PT SO ini mulai menggunakan metode gasification power plant untuk mengolah sampah menjadi listrik.

“Tanggal 10 Maret 2021 kemarin sudah proses. Jadi sudah bisa menghasilkan listrik 9 Megawatt dari setiap 1.000 ton sampah per hari,” paparnya.

Sampah yang dihasilkan Kota Surabaya mencapai sekitar 1.500 ton per hari. Secara sederhana, ia menjelaskan bagaimana metode gasification power plant ini mampu mengolah sampah menjadi listrik. Pertama, sampah yang telah ditimbang akan dimasukkan waste pit atau proses pemilahan. Selanjutnya, sampah itu diaduk menggunakan crane, seperti capit dan dimasukkan ke dalam boiler. Di dalam boiler itulah proses pembakaran dilakukan. Metode ini pun terbilang lebih cepat dibanding sebelumnya landfill gas power plant.

“Jadi melalui gasification ini per hari minimal 1.000 ton sampah yang diolah menjadi listrik. Dan mesin ini bekerja selama 24 jam tidak berhenti, tapi memang dalam satu tahun itu ada beberapa hari masa pemeliharaan. Jadi saat itu mesin berhenti tidak beroperasi sama sekali, supaya tidak rusak,” pungkas Anna.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here