Surabaya – Ramadhan di tahun 2021 ini memberikan sedikit nafas segar bagi para pebisnis ritel fashion di Surabaya. Hal ini, lantaran transaksi di ritel fashion selama satu bulan terakhir terus mengalami peningkatan, bahkan hampir menyamai tahun 2019 atau sebelum pandemi COVID-19.

Hal ini disampaikan Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi yang mengatakan pada hari Sabtu dan Minggu akhir April 2021 lalu merupakan titik puncak orang berbelanja di mal untuk lebaran. Tingginya orang berbelanja di mal juga terjadi pada Sabtu dan Minggu pada awal Mei 2021.

“Kita melihat di bulan April ini bisa mengembalikan gairah bisnis ritel fashion,” ungkap Sutandi, Sabtu (15/5/2021).

Sutandi mengungkapkan, saat ini ada perubahan perilaku masyarakat ketika berkunjung ke mal. Sebelum pandemi, orang datang ke pusat perbelanjaan kebanyakan hanya untuk jalan-jalan saja. Namun saat ini, orang datang ke mal memang ada tujuan yang jelas. Tujuan ini salah satunya seperti makan di restoran ataupun berbelanja kebutuhan.

“Meski pengunjung tidak sebanyak tahun 2019 lalu, tapi nilai belanjanya sangat tinggi. Kalau dibanding tahun 2019 paling hanya kurang 10 persen. Transaksi sudah bagus,” ujarnya.

Terkait tingkat kunjungan masyarakat ke mal, ia mencontohkan pengunjung di Pakuwon Mall Surabaya pada hari Minggu lalu mencapai 13 ribu mobil. Jumlah tersebut hampir sama seperti sebelum pandemi.

“Kita berharap untuk Lebaran ini bisa jadi kick off agar ritel bergairah. Semoga tidak terjadi ledakan angka COVID-19 setelah Lebaran. Kami harap semua bisa terkendali dan ini jadi momentum kembalinya bisnis ritel,” kata Sutandi.

Kendati demikian, dirinya juga memastikan seluruh pusat perbelanjaan di bawah naungan Pakuwon Group telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang sangat ketat. Tim Satgas Mal jumlahnya ditingkatkan agar pengawasan terhadap pengunjung bisa lebih maksimal dan akan berupaya agar tidak terjadi kerumunan dan memastikan semua pengunjung memakai masker.

“Kita juga koordinasi dengan Pemkot Surabaya, kepolisian dan kodam, untuk bantu lakukan pengawasan dan penerapan prokes di mal,” pungkas Sutandi.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here