Surabaya – CEO Tesla, Elon Musk yang juga dikenal sebagai dewa kripto saat ini telah melambungkan kembali harga bitcoin. Baru-baru ini, data harian di aplikasi Tokocrypto menunjukkan data asset bitcoin melonjak pada angka Rp 558 juta pada pukul 11.22.

Menanggapi hal tersebut, beberapa investor kripto di Surabaya mengaku mulai muak dengan apa yang dilakukan oleh Elon. Salah satunya, Yasmin Asminarada yang merupakan seorang trader dan juga salah satu pebisnis F&B di Surabaya. Ia yang memiliki aset Bitcoin tersebut menilai seorang Elon dengan pengaruh besarnya dapat dengan mudah menggoyang keuangan kripto.

“Ini kan para investor banyak yang ngikutin si Elon. Banyak kejadian orang-orang yang kehilangan banyak uang karena mengikuti cuitannya dia secara buta, tanpa ada analisis, tanpa ada sikap prediktif,” ungkap Yasmin saat dihubungi reporter, Selasa (25/5/2021).

Yasmin mengatakan, beberapa hari lalu aset kripto seperti bitcoin, doge coin dan mata uang digital lainnya anjlok sebesar 40 persen. Salah satu penyebabnya yakni Elon Musk, yang menurutnya apapun yang dikatakan dapat menggerakkan kripto dengan liar. Penyebab kedua yakni karena negara dengan ekonomi terbesar kedua, yakni China mengeluarkan larangan akan kripto di seluruh masyarakatnya.

“Ini udah jelas. Raja kripto saat ini bisa dengan mudah mempermainkan isu dengan seenak jidat. Dia udah setara president, menkeu dan mereka yang omongannya berpengaruh ke keuangan negara. Cuma bedanya asetnya adalah uang digital,” ujarnya.

Sementara itu, Hon Xijiang yang merupakan seorang pemilik bisnis properti mengklaim, Elon Musk sudah secara jelas menjalakan bisnis isu. Pasalnya, apabila masyarakat berdagang valuta asing ataupun saham, ada bentuk nyata yang diperdagangkan. Berbeda dengan kripto yang naik turunnya bukan melalui kinerja usaha, namun hanya isu belaka.

“Udah bener-bener mirip sama monkey bussines yang skala permainannya udah global,” kata Jiang.

Jiang sendiri memiliki aset kripto sejak tahun 2012, dimana pada waktu itu ia masih berkuliah di salah satu universitas swasta di Surabaya. Akan tetapi, ia tidak ikut geram pada Elon Musk karena cuitannya yang membuat kripto bergetar kencang. Hal ini, lantaran Elon adalah salah satu pemain besar yang punya hak untuk membangun bahkan menghancurkan kripto.

“Jadi sekarang gini. Misalkan saya jadi Elon. Saya akan mainkan isu untuk menurunkan harga bitcoin. Kemudian saya cuit di twitter kalau doge lebih baik. Kemudian kalau bitcoin udah dibawah, ya saya mainkan lagi twitter saya kalau saya akan come back ke bitcoin,” paparnya.

Kendati demikian, ia menyarankan untuk para investor pemula sebaiknya belajar pada sumber yang lebih banyak apabila memang ingin berinvestasi pada aset kripto. Pasalnya, pasar kripto ini adalah pasar yang dipengaruhi isu, dengan dalih keuntungan selangit.

“Karena kalau cuman ikut-ikutan, ga paham model bisnisnya gimana, asal meletakkan uang karena gengsi dan trend, tidak tahu apa-apa soal map bisnis, dan pingin kaya instan ya mending ngepet aja,” pungkas Jiang.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here