SURABAYA – Susu merek Bear Brand marak diborong di masa second wave Covid-19 pada Juni 2021. Susu yang sering disebut sebagai susu beruang ini diyakini mampu memperkuat imun bahkan menyembuhkan gejala Covid-19.

Berbekal trend dan info yang dibagi via sosial media, masyarakat berbondong-bondong memborong susu Bear Brand. Tindakan ini bisa digolongkan dalam kategori panic buying.

Tak hanya di pusat ekonomi Indonesia yaitu daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), panic buying susu Bear Brand ini juga terjadi di Surabaya.

Hal ini mengakibatkan pasokan susu Bear Brand di sejumlah toko dan minimarket terpantau ludes. Tak hanya itu, harganya juga melonjak naik. Bahkan, banyak pedagang di marketplace menjajakan harga susu beruang dengan harga di atas harga normal. Variasi harganya dimulai dari Rp14.000 sampai dengan Rp50.000. Padahal, harga susu Bear Brand normalnya hanya Rp9.000 per kalengnya.

Di Indogrosir Jemursari misalnya, stok susu Bear Brand sudah tidak terlihat di rak pajangan. Karyawan mengatakan bahwa mulai hari Sabtu (3/7/2021) masyarakat mulai melakukan pemborongan.

“Sudah tidak ada, jarang yang masih ada stocknya di luar juga. Stoknya langka sekarang karena diborong orang-orang,” jelas Cindy.

Saat stok datang dari gudang, keberadaannya tidak akan bertahan sampai 1 jam. Karyawan juga menyadari bahwa pembeli membeli banyak sekaligus untuk dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.

“Saya pernah diinfo customer kalau dijual lagi harganya bisa naik bahkan sampai 2 kali lipat,” ucapnya.

Panic buying seperti ini bukan pertama kalinya terjadi. Mengingat kelangkaan sejumlah barang saat pertama kali pandemi mencapai Indonesia pada Maret 2020.

Saat itu barang yang jadi sasaran untuk ditimbun dan dijual kembali dengan harga yang murah adalah masker dan hand sanitizer. Tak tanggung-tanggung, saat itu satu box masker berisikan 50 buah dibandrol hingga Rp.500.000 yang harga saat ini hanya Rp.13.000 per boks. Tak hanya masker dan hand sanitizer, saat itu sabun antiseptik pun juga terkena imbasnya.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here