SURABAYA – Pemberian vaksin dosis pertama pada siswa Surabaya usia 12-17 tahun telah dilakukan mulai Sabtu (10/07/2021) di halaman Polrestabes Surabaya dan Minggu (11/07/2021) di Gelora 10 November Tambaksari. Ada 125 sekolah SD dan SMP negeri maupun swasta yang berhasil terdaftar.

Eri Cahyadi selaku Wali Kota Surabaya menyatakan bahwa hari Sabtu dan Minggu dikhususkan hanya untuk siswa SD-SMP, tidak ada untuk warga umum.

“Jadi hari ini hanya untuk anak SD dan SMP. Senin baru umum. Kami dulukan untuk anak-anak usia 12-17 tahun di G10N diantarkan masing-masing guru dan orang tuanya. Tidak ada warga, hanya SD-SMP,” ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Minggu (11/7/2021).

Terlebih lagi, Eri mengkhususkan kelompok siswa hanya yang telah terdaftar dan dipastikan dari Kota Surabaya.

“Khusus untuk anak usia 12-17, SD SMP yang ada di bawah naungan Kota Surabaya,” imbuhnya.

Walaupun vaksinasi ini disebut dengan vaksin serentak siswa SD dan SMP, pelaksanaannya dilakukan bergantian berdasarkan jadwal yang telah sudah diberitahukan oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Pemberitahuan ini dikirim langsung ke orang tua siswa.

Tak cukup hanya vaksinasi terjadwal, wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti, mengusulkan vaksinasi ini agar dapat dilakukan di sekolah masing-masing. Seperti yang dilansir dari Antara pada Sabtu (10/07/2021)

“Vaksinasi tetanus, campak, difteri yang sebelumnya maupun yang secara berkala sudah dijalankan di sekolah oleh petugas puskesmas setempat. Sehingga, pola atau skema vaksinasi di sekolah juga bisa dilaksanakan ketika vaksinasi COVID-19,” Ujar Reni.

Oleh karena itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya diminta untuk cepat berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya terkait pendataan dan pelaksanaan vaksinasi di sekolah.

Selanjutnya, Dispendik Surabaya juga diharapkan untuk cepat melakukan sosialisasi kepada sekolah dan orang tua siswa guna memberikan penjelasan tentang pentingnya vaksinasi bagi anak dan remaja.

Kedepannya, diharapkan vaksinasi dilakukan di sekolah agar merata dan meminimalisir resiko kerumunan. Namun, waktu dan skema pasti pelaksanaannya masih belum dipastikan.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here