Surabaya – Dalam rangka menyambut Tahun Ajaran 2021/2022, PT Pahami Cipta Edukasi (Pahamify) menyelenggarakan Back To School Campaign yang mencakup berbagai kegiatan ditujukan bagi siswa, orang tua, dan guru. Khusus untuk guru, Pahamify mengadakan Simposium Pendidikan bertajuk ‘Back To School: Strategi Pembelajaran selama PTM Terbatas’. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata dukungan Pahamify terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia, khususnya di tengah pandemi COVID-19.

Simposium Pendidikan Pahamify dibuka oleh Direktur GTK Dikmen dan Diksus Kemendikbud-Ristek RI Dr. Yaswardi, M.Si. selaku keynote speaker pada Sabtu (10/07). Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi yang menghadirkan empat narasumber inspiratif dan mumpuni di bidangnya.

Sesi pertama diisi oleh Chief Executive Officer (CEO) Pahamify Syarif Rousyan Fikri mengangkat topik ‘Peran Teknologi Pendidikan untuk PTM Terbatas’ dan Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Danang Hidayatullah, S.H.I., M. M dengan topik ‘Peran Guru dalam Pelaksanaan PTM Terbatas dan Pengentasan Learning Loss.

Sementara sesi kedua diisi oleh Perwakilan Sekolah Cita Hati Surabaya Shanti Yanuarin, M.Si yang mengangkat topik ‘Pentingnya Diagnostik Assessment untuk Pemetaan Learning Loss pada Siswa’ dan Perwakilan Komunitas Media Pembelajaran M. Arif Yuniar, M.Hum dengan topik ‘Media Pembelajaran Berbasis Blended Learning selama PTM Terbatas’. Meski dilaksanakan secara virtual, kegiatan ini tetap diikuti secara antusias oleh lebih dari 600 guru jenjang SMP dan SMA dari seluruh Indonesia melalui Zoom dan Youtube.

“Pahamify berkomitmen mendampingi pelajar Indonesia memperoleh ilmu pengetahuan dan mencapai potensi terbaiknya dalam meraih prestasi melalui pengalaman belajar yang
menyenangkan. Dukungan yang kami berikan bukan hanya melalui fitur dan layanan di aplikasi, tetapi juga kolaborasi bersama guru sebagai ujung tombak dari pengembangan dan kemajuan mutu pendidikan. Pada Simposium Pendidikan ini, kami ingin guru dapat mengetahui lebih mendalam terkait kebijakan, peran, dan strategi mengajar yang dapat diterapkan dalam Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas,” urai CEO Pahamify Syarif Rousyan Fikri.

Seperti yang diketahui, Pemerintah mengeluarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021 mendatang. Selama PPKM, kegiatan belajar dan mengajar dilakukan secara online. Dr. Yaswardi, M.Si. mengatakan, “Nantinya pembelajaran dilaksanakan dengan PTM Terbatas bila para guru sudah divaksin dan PJJ. Orang tua memiliki hak untuk memilih metode belajar bagi anaknya. Tentu akan ada pengawasan terhadap pelaksanaan pembelajaran oleh Pemerintah/Dinas Pendidikan. PTM Terbatas dihentikan apabila ada konfirmasi kasus COVID-19 di satuan pendidikan atau adanya kebijakan Pemerintah.”

Menanggapi kebijakan ini, Fikri menyatakan bahwa Pahamify akan menjalankan program Sekolah Bareng Pahamify, yakni pemberian akses gratis video pembelajaran pada aplikasi Pahamify di jam sekolah (07.00 – 13.00) bagi guru dan siswa di seluruh Indonesia demi mendukung kemudahan proses belajar mulai 19 Juli 2021. Hal ini diharapkan dapat memperkecil dampak learning loss dan mendukung program Merdeka Belajar milik pemerintah. Untuk mengikuti program ini, para guru diwajibkan untuk mengisi data terlebih dahulu melalui https://bit.ly/DaftarSBPGuru.

“Melalui Simposium Pendidikan ini, Pahamify berharap dapat membantu guru-guru se- Indonesia dalam menerapkan PTM yang lebih efektif dan efisien. Semoga pandemi COVID 19 segera berakhir sehingga kita dapat menjalankan aktivitas seperti sedia kala dan pemanfaatan teknologi sebagai sarana belajar semakin berkembang.” tutup Fikri.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here